Posts Tagged 'art directing'

Indonesia’s First Gold Lion

Beberapa malem yang lalu liat twitnya Yerry Indrajaya yang bilang dia gak bisa berhenti senyum… Ternyata hari ini keluar alasannya. Gold Cannes pertama Indonesia dari Y&R Jakarta! Horreee! Salut guys! Kongrats buat Yerry dan Glo, juga buat semua yang terlibat!

Chief Creative Officer : Marcus Rebeschini, Sachin Ambekar.
Associate Creative Director : Ahmad Fariz.
Art Director : Yerry Indrajaya.
Copywriter : Gloria Martie.
Illustrator : Flora Marcella, Budiman Raharjo.
Photographer & Digital Imaging : Heru Suryoko, Alex Reagan, Handri Karya.
Typographer : Yerry Indrajaya.
Advertiser Supervisor : Halim Astono.
Account Manager : Wolga Satyanto.
Account Supervisor : Hendra Suryakusuma.

Nike: Write The Future

World Cup 2010 ternyata gak menyuguhkan tontonan yang menarik. Miskin gol, inkonsisten, boring. France tunduk di kaki Mexico, Spanyol menyerah pada Swiss, German takluk pada Serbia, Italy, well… sudahlah… Semoga partai2 berikutnya akan ada perubahan. Tapi sambil menunggu itu terjadi, semoga campaign Write The Future dari Nike ini bisa sedikit mengobati kerinduan akan aksi spektakuler di lapangan…

Nike memang bukan sponsor resmi Piala Dunia, tapi campaignnya kali ini berhasil membawa semangat kompetisi 4 tahunan tersebut sampai ke level yang unexpected tanpa pernah sekalipun menyebutkan World Cup. Kalau di campaign Take It To The Next Level mereka menggunakan POV seorang atlit di eksekusinya, kali ini mereka menggunakan pendekatan yang sama, namun di aspek lain. Seakan kita menonton unspoken truth seorang Wayne Rooney. (Ah.. ngomong apa sih gw…)

Kalau di campaign sebelumnya, Take It To The Next Level, W+K menunjuk Guy Ritchy sebagai directornya, kali ini  W+K yang membesut Alejandro Gonzalez Inarritu (Amores Perros, Babel, 21 Grams). Hasilnya? Salut! Fresh, lucu, megah. Walaupun secara media agak konvensional, campaign ini tetap luar biasa.

Campaign ini juga disupport dengan Nike Academy. Academy pro-level milik Nike ini bekerja sama dengan English Premier League untuk menemukan bakat2 baru. Secara rutin melakukan latih tanding dengan tim2 besar eropa dan dipantau radar pelatih dan scouts terkenal. Dikemas dengan tajuk The Chance dengan endorser Arsene Wenger, Nike Academy menginspirasi pemain muda untuk seize the chance and write the future.

Well, Enjoy!

Sherwin Williams: Paint Chip

TVC animasi keren setelah era Honda Grrr. Well, idenya sih gak baru ya, tapi art directionnya cantik banget… Oom suka! Enjoy!

How far does your creativity go?

Oh yang ini sangat menohok gw. Saran gw, print out iklan ini gede gede dan tempel di kubikel lo! Gw akan melakukan hal yang sama, begitu gw dapet meja permanen 🙂

 

panamercana1

 

panamercana2

 

panamercana3

Absolut Vodka


Satu lagi print ad dengan skema game yang interaktif.. Kali ini dari TBWA Paris besutan Erik Vervroegen. Walaupun menurut gw gak sebagus Virgin Digital yg gw post beberapa waktu lalu, tapi print ad ini juga cukup menarik dan menghibur. Craftingnya juga luar biasa… Saluutt…

Bukan cuma bisa ngaco….

Harus jago ngonsep
Dulu jaman gw kuliah, yang ada di kepala gw seorang art director itu yang penting harus jago ngonsep. Hahahaha… Sebuah pikiran yang sangat tolol. “Pokoknya, kalo mau jadi art director itu harus bisa bikin konsep yang bagus!”. Yang penting kreatif, bisa bikin iklan yg bagus. Ga peduli skill laennya ada apa enggak, bisa ngedisain apa enggak, dst…

Goblok!!
Ternyata apa yang ada di kepala gw waktu itu dan gw bungkus dengan kata “konsep”, bukan lah konsep yang sesungguhnya. ‘Konsep’ yang ada di kepala gw waktu itu ternyata hanyalah ‘ide’, ‘ideation’, yang akhirnya sebagus apapun gak akan berguna kalau gak ada ‘direction’ yang bener. ‘Direction’ inilah yang ternyata adalah ‘konsep’ yang sebenarnya… Bingung? Sama!

Anyway, akhirnya gw mengambil kesimpulan (yang sebenarnya sudah disimpulkan oleh banyak orang tapi baru gw akui kebenarannya) bahwa ternyata ada lima hal yang harus dimiliki oleh seorang art director. 5 hal ini harus dimiliki kalo art director tersebut gak mau karirnya berhenti di Sr. Art Director (itupun kalo dia bisa sampe kesana). 5 hal itu adalah (bismillah, semoga gak salah (gila.. rhyming)):

Creating Direction
Sederhananya, berpikir strategis. Mencerna permasalahan dengan baik, menganalisa, dan menemukan solusi dan menentukan arahnya. Creating direction bukan berarti mencari ide-ide yang award winning, tapi lebih dari itu, Mencari kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan, dan menetukan jalur mana yang paling tepat dan harus ditempuh. Banyak hal yang gak bisa gw jelaskan dalam poin ini karena katanya creating direction adalah poin yang paling susah diantara kelima poin ini. Untuk bisa mengerti poin ini lebih jelas, coba tanya ke orang yang berpengalaman… seorang CD misalnya…

Generating Ideas
Well, semua orang pasti ngerti poin ini. Banyak orang yang punya ide-ide gila. Setiap hari di internet banyak banget gw liat print ad-print ad baru dengan ide-ide yang keren-keren banget. Yang harus diinget adalah, ide yang bagus–bahkan yg award winning– tetap harus sesuai dengan directionnya (tentunya direction yg bener), yang juga berarti menjawab permasalahan. Ini yang kita, termasuk juga gw, sering lupa. Dulu gw pikir art director itu yg penting punya poin ini, ternyata gw salah. hahahaha… Hati-hati buat para mahasiswa yang pengen jadi art director, lo gak akan bisa apa2 kalo cuma punya poin ini doang. Jadi, baca terus artikel ini sampe abis… 🙂

Crafting
Ini yang baru gw sadar!! Ternyata crafting bukan soal seberapa jago kita ngedisain atau seberapa jago kita pake photoshop. Crafting itu soal sense!! Dan ternyata banyak hal yang termasuk dalam poin ini. Intinya, seorang art director harus tau idenya harus dieksekusi seperti apa dan dengan cara apa agar hasilnya bisa maksimal.

Untuk pengerjaan sebuah TVC misalnya, Art director harus menguasainya dengan detail. Pemilihan film director yang tepat untuk boardnya yang nantinya akan mempengaruhi treatment-nya, art direction pada setiap elemen (set, properti, wardrobe, make up, styling, dll), color scheme pada setiap scene, editing, grading, special effect, animasi, 3D, musik, scoring, dll.

Pada pengerjaan sebuah print ad, art director harus mengerti tentang ruang waktu yang terbatas dan berhenti, fotografi, simbol, gestalt, ilustrasi, tipografi, tehnik cetak dan pra cetak, dll. Huruf misalnya, banyak orang memandang huruf gothic sebagai sesuatu yang berbau satanic. Sangat cocok digunakan dalam poster konser rock atau poster film horor. Padahal huruf gothic atau black letter awalnya adalah huruf yang digunakan di gereja-gereja (bener gak ya? kalo gak salah sih bener..). Penting untuk tau keluarga huruf dan sejarahnya agar tidak salah dalam penggunaannya (gw pernah liat ada kartu lebaran yang ditulis dengan huruf keluarga carolingian minuscule dan uncial yang huruf gereja).

Art director harus menguasai hal ini, bukan hanya prinsipnya, tapi juga prosesnya, dan yang terpenting punya sense yang kuat agar semuanya bisa maksimal dan menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung. Sense dan prinsip kerja bisa dikuasai dengan memperbanyak referensi, tapi untuk dapat mengerti prosesnya cuma bisa dikuasai dengan terjun langsung.

Communicating
Pernah gak ada seorang temenlo yang mencoba menceritakan betapa bagusnya sebuah lagu baru yang belom pernah lo denger dengan menyanyikannya dengan suaranya yang falsnya minta ampun? Lo pasti gak akan ngerti dimana letak bagusnya lagu itu.

Kira-kira gitulah seorang art director yang gak bisa ngomong. Art director yang gak percaya diri, minderan, pemalu, dan gak punya skill komunikasi gak akan bisa menyampaikan idenya dengan baik, sebagus apapun idenya itu, dan lawan bicaranya gak akan mengerti dimana letak bagusnya ide itu.

Poin ini juga mencakup penguasaan bahasa inggris dan manajemen. Manajemen yang dimaksud adalah manajemen orang. Tim elo misalnya. Penguasaan poin ini adalah salah satu poin yang akan menentukan apakah karir kita akan berhenti di Sr. art director atau terus naik.

Convincing
Percuma kita punya dagangan sebagus apapun kalo kita gak bisa ngejualnya. Untuk bisa ngejual berarti kita harus bisa ngeyakinin orang untuk ngebeli dagangan kita itu. Jadi, selain art director harus bisa bikin ide yg bagus, dia juga harus bisa ngeyakinin kliennya (atau minimal CDnya) untuk make idenya itu. Banyak ide bagus yang berakhir di tempat sampah. Bisa meyakinkan orang untuk nerima ide kita itu sangat penting. Seorang penjual yang baik bahkan bisa ngejual tai… Tapi jangan lupa dengan 3 poin pertama. Sehebat apapun lo ngejual, percuma aja kalo lo cuma jualan tai…

Jadi…
Masih banyak hal yang harus gw (dan mungkin elo) pelajarin untuk bisa jadi art director yang baik. Gw jadi inget sama temen gw yang bilang, “kalo mau jadi art director itu yang penting harus ngaco!”. Sialan tuh anak…. Gw tabok kalo ketemu lagi…

Crafting itu penting (biar rhyming)

Beberapa waktu yang lalu gw bantuin temen gw bikin PSA tentang stop kebut-kebutan. Waktu lagi ngelatur sama dia tiba-tiba terlontar ide begitu aja dari mulut gw, “gimana kalo visualnya pake gaya lukisan yg kaya’ di truk tanah.”. Dari situ gw jadi kepikiran, kok di Indonesia jarang ya iklan yang eksekusi visualnya bagus, craftingnya edan. Gak cuma yang tayang di media aja, gw dan temen2 gw juga lebih suka bikin iklan pake foto atau copy based. Padahal seorang artdirector kan harusnya punya banyak referensi eksekusi visual… Akhirnya, iklan2 kita jadi miskin…

Nah loh, gimana dong? Gw jadi merasa berdosa gini karena gak jago crafting. Bahkan belakangan ini gw cenderung jadi copy based.. kacau…

Yah, kita harus lebih banyak belajar… Anyway, ini beberap iklan dengan visual yang menurut gw bagus… Enjoy!!






Blog Stats

  • 40,515 hits

DON’T ASK ME TO SHUT UP

"Advertising is the most fun you can have with your clothes on".

Ya, ini blog iklan. Berisi opini, pujian, dan mungkin hinaan. Gak semuanya benar, gak wajib didengar, tapi jangan dibungkam. Sekedar belajar, ditulis biar gw inget, dipublish biar berguna.

NOTE: Pilih kategori dari sidebar untuk memudahkan menemukan artikel yang dicari :)

Follow me on Twitter

Categories